Kamis, 19 Juni 2014

Tulisan TOU 2 Minggu 4


BAHAYA DI BALIK EARPHONE

Di zaman yang sudah modern dengan berbagai macam teknologi yang diciptakan, mendengarkan musik merupakan salah satu hobi dari kebanyakan orang di dunia. Alunan nada yang indah terkadang dapat mempengaruhi mood seseorang, entah itu menjadi bersemangat, sedih, gembira, ataupun perasaan lainnya sering kali dapat digambarkan dengan musik yang di dengar. 
Mendengarkan musik dengan menggunakan earphone yang terhubung ke iPod, Mp3 Player, Handphone, atau Portable CD player memang mengasyikkan. Kita dapat mendengarkan musik tanpa mengganggu orang di sekitar kita. Namun, mungkinkah terdapat bahayanya? Jika kita terlalu lama mendengarkan lagu dengan volume yang keras dengan menggunakan earphone, efeknya ternyata bisa fatal untuk telinga. Berikut adalah beberapa alasan-alasannya :
  • Batas aman tingkat kekerasan suara yang boleh didengarkan manusia adalah 85 desibel dalam jangka waktu delapan jam. Desibel sendiri adalah satuan pengukuran tingkat kekerasan suara. Sebagai perbandingan, percakapan sehari-hari dan suara dering telepon memiliki tingkat kekerasan suara 60 desibel.
  • Menurut Dean Garstecki, seorang audiologist dan dosen di Northwestern University, earphone yang dipakai dekat sekali ke gendang telinga dapat memperkeras suara sebanyak 6 sampai 9 desibel. Padahal, suara yang dihasilkan iPod dapat mencapai 115 desibel.

Minggu, 15 Juni 2014

Tugas TOU 2 Minggu 4



INOVASI : MOBIL BERTENAGA AIR

Harga bahan bakar minyak yang selalu naik, memaksa kita untuk terus mencari sumber bahan bakar alternatif. Selain cadangan yang kian menipis, bahan bakar fosil seperti bensin juga memberi dampak buruk pada lingkungan. Gas seperti karbon monoksida yang dilepaskan ke atmosfer akibat pembakaran parsial bahan bakar fosil amat beracun dan membahayakan makhluk hidup. Selain karbon monoksida, gas lain seperti karbon dioksida merupakan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Banyak sumber energi alternatif telah diteliti secara intensif. Salah satunya adalah sel surya yang digunakan untuk menggerakkan mobil.
Namun, sel surya dianggap belum bisa diandalkan karena tidak bisa menggerakkan mobil dalam waktu lama. Selain sel surya, satu isu yang menjadi kontroversi perihal penggunaan bahan bakar alternatif adalah diluncurkannya konsep mobil berbahan bakar air. Jelas terdengar seperti film fiksi ilmiah. Apakah benar air bisa digunakan sebagai bahan bakar?

Pertengahan Juni lalu, dunia otomotif dikejutkan dengan berita keberhasilan sebuah perusahaan Jepang, Genepax, meluncurkan mobil bertenaga air. Menariknya,  kendaraan tersebut  muncul di saat harga  bahan bakar minyak terus melonjak di banyak negara dunia dan sempat ditayangkan di televisi.  Setelah diisi air,  Si Kancil – karena ukurannya seperti mobil Kancil di Malaysia – langsung meluncur.