Kamis, 19 Juni 2014

Tulisan TOU 2 Minggu 4


BAHAYA DI BALIK EARPHONE

Di zaman yang sudah modern dengan berbagai macam teknologi yang diciptakan, mendengarkan musik merupakan salah satu hobi dari kebanyakan orang di dunia. Alunan nada yang indah terkadang dapat mempengaruhi mood seseorang, entah itu menjadi bersemangat, sedih, gembira, ataupun perasaan lainnya sering kali dapat digambarkan dengan musik yang di dengar. 
Mendengarkan musik dengan menggunakan earphone yang terhubung ke iPod, Mp3 Player, Handphone, atau Portable CD player memang mengasyikkan. Kita dapat mendengarkan musik tanpa mengganggu orang di sekitar kita. Namun, mungkinkah terdapat bahayanya? Jika kita terlalu lama mendengarkan lagu dengan volume yang keras dengan menggunakan earphone, efeknya ternyata bisa fatal untuk telinga. Berikut adalah beberapa alasan-alasannya :
  • Batas aman tingkat kekerasan suara yang boleh didengarkan manusia adalah 85 desibel dalam jangka waktu delapan jam. Desibel sendiri adalah satuan pengukuran tingkat kekerasan suara. Sebagai perbandingan, percakapan sehari-hari dan suara dering telepon memiliki tingkat kekerasan suara 60 desibel.
  • Menurut Dean Garstecki, seorang audiologist dan dosen di Northwestern University, earphone yang dipakai dekat sekali ke gendang telinga dapat memperkeras suara sebanyak 6 sampai 9 desibel. Padahal, suara yang dihasilkan iPod dapat mencapai 115 desibel.
  • Penelitian American Speech Language Hearing Association di tahun 2006 menemukan, lebih dari setengah murid SMA yang jadi subjek penelitian mereka mengalami sedikitnya satu gelaja penurunan fungsi pendengaran. Dari 301 orang murid SMA itu, 40 persennya punya kebiasaan mendengarkan iPod lewat earphone dengan volume keras.
  • Menurut American Academy of Audiology, kita bisa jadi mengalami penurunan fungsi pendengaran jika orang lain sering menganggap suara televisi yang kita setel terlalu keras, kita sering kesulitan mendengar orang berbicara pada kita dari seberang ruangan, kita sering kesulitan memahami perkataan orang yang di belakangnya banyak suara, atau kita pernah mengalami infeksi telinga, sakit telinga atau telinga bernanah.
  • Memakai earphone untuk mendengarkan musik saat berolahraga juga bisa berbahaya buat pendengaran. Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Swedia memperkirakan risiko penurunan fungsi pendengaran akan jadi dua kali lipat jika kita memakai earphone dengan volume suara keras saat latihan aerobik. Kalau tetap ingin pakai earphone saat olahraga, lebih aman tidak memakainya lebih dari satu setengah jam per hari dengan volume suara level menengah.
Jalannya suara di telinga kita melalui 5 bagian, yaitu :
  1. Lubang telinga
  2. Gendang telinga
  3. Tulang-tulang pendengaran
  4. Koklea
  5. Sel-sel rambut
Suara masuk melalui lubang telinga dan menyebabkan gendang telinga bergetar. Pada telinga bagian tengah, tulang pendengaran yang menempel pada gendang telinga ikut bergetar. Dua tulang pendengaran yang lain ikut menyebarkan gelombang suara tersebut di seluruh telinga bagian tengah, sehingga suara menjadi lebih keras. Tulang pendengaran yang menempel pada koklea pun bergetar di telinga bagian dalam. Koklea dipenuhi sel rambut yang berfungsi menangkap frekuensi suara. Sel rambut ini bertugas mengubah getaran menjadi rangsang listrik supaya dapat diteruskan ke pusat pendengaran di otak. Jika sel-sel rambut menerima frekuensi suara lebih dari 80 desibel secara terus menerus, sel-sel rambut dapat mengalami kelelahan dan akhirnya rusak. Ketika sel-sel rambut ini sudah rusak maka tidak bisa diperbaiki lagi oleh tubuh. Akibatnya penurunan fungsi pendengaran yang awalnya hanya sementara bisa jadi permanen. Lalu, berapa lama sebaiknya kita mendengarkan MP3 pakai headphone?
  • How loud is too loud?
Menurut para pakar, kalau kita terus-terusan mendengarkan bunyi berkekuatan di atas 85 desibel (dB) maka pendengeran bisa terancam bahaya. Cara gampang mengukurnya yaitu, bunyi yang didengar sudah terlalu keras jika kita merasa telinga berdenging atau kita harus teriak ketika mau berbicara dengan orang yang berjarak dua meter.
  • Berapa lama sebaiknya mendengarkan musik dengan keras?
Ini tergantung dengan besar volume yang didengarkan. Sebenarnya, setiap kenaikan suara 3 dB berarti ada energi suara dua kali lipat lebih banyak dan kita mesti memangkas setengah waktu mendengarkan. Contoh, berada di tempat bising selama sejam dengan kekuatan 100 dB berarti sama kuatnya dengan berada di tempat bising yang agak lebih tenang dengan kekuatan suara 97 dB selama dua jam. CD atau MP3 player volumenya sekitar 91-121 dB. Ditambah earphone itu bisa meningkatkan volume dari 7-9 dB. Kalau dari hubungan ini, sebaiknya cukup dua jam saja dalam sehari kita mendengarkan musik keras-keras. 
  • Mungkin ga telinga kita sudah kebal sama suara keras?
Jawabannya tidak. Malah kalau kita merasa telinga sudah kebiasa dengan musik keras, kemungkinan telinga kita sudah terganggu. Memang ada sebagian orang yang lebih gampang terkena gangguan telinga akibat suara keras, dan ada juga yang sulit. Tapi kita tidak akan tau seberapa kebal telinga kita sampai pendengaran rusak. Gangguan pendengaran akibat suara bising itu biasanya tidak sakit dan sedikit demi sedikit kerusakannya. Dan begitu terjadi, kerusakan di sel-sel rambut telinga akan mati dan tidak bisa diperbaiki.
  • Gimana cara menjaga pendengaran saat kita berada di konser atau tempat bising?
Keluar dari ruangan bising tiap sejam sekali untuk mengistirahatkan telinga, hindari berdiri dekat speaker dan pakailah earplug untuk menahan bunyi-bunyian. Earplug ini suka dijual di toko musik dan apotikk yang menjual peralatan bantuan pendengaran.
  • Gimana cara menjaga pendengaran karena mendengarkan MP3 player?
Ada empat cara gampang, yaitu :
  1. Tiap setengah jam sekali, istirahatkan telinga kita dari headphone.
  2. Hindari mendengarkan dengan volume maksimal. Misal antara skala 1-10 volume MP3 player kita, dengarkan di volume 6.
  3. Jangan sampai memasang volume untuk menghilangkan suara di belakang. Contoh, supaya kita tidak mendengar suara lalu lintas atau kendaraan.
  4. Kalau MP3 player kita punya fitur smart volume, gunakanlah supaya kita bisa mengendalikan suara yang aman.
  • Apakah volume suara saja yang penting diperhatikan?
Tidak, ada dua faktor yang memperngaruhi kerusakan pendengaran. Volume yang kita dengar dan berapa lama kita mendengarkan. Jadi kalau ingin gampangnya, semakin tinggi volume yang kita dengarkan, berarti semakin sedikit durasi kita seharusnya mendengarkan.


Sumber :
Majalah Kawanku No 13 Tahun 2008

0 komentar:

Posting Komentar