Minggu, 15 Juni 2014

Tugas TOU 2 Minggu 4



INOVASI : MOBIL BERTENAGA AIR

Harga bahan bakar minyak yang selalu naik, memaksa kita untuk terus mencari sumber bahan bakar alternatif. Selain cadangan yang kian menipis, bahan bakar fosil seperti bensin juga memberi dampak buruk pada lingkungan. Gas seperti karbon monoksida yang dilepaskan ke atmosfer akibat pembakaran parsial bahan bakar fosil amat beracun dan membahayakan makhluk hidup. Selain karbon monoksida, gas lain seperti karbon dioksida merupakan gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Banyak sumber energi alternatif telah diteliti secara intensif. Salah satunya adalah sel surya yang digunakan untuk menggerakkan mobil.
Namun, sel surya dianggap belum bisa diandalkan karena tidak bisa menggerakkan mobil dalam waktu lama. Selain sel surya, satu isu yang menjadi kontroversi perihal penggunaan bahan bakar alternatif adalah diluncurkannya konsep mobil berbahan bakar air. Jelas terdengar seperti film fiksi ilmiah. Apakah benar air bisa digunakan sebagai bahan bakar?

Pertengahan Juni lalu, dunia otomotif dikejutkan dengan berita keberhasilan sebuah perusahaan Jepang, Genepax, meluncurkan mobil bertenaga air. Menariknya,  kendaraan tersebut  muncul di saat harga  bahan bakar minyak terus melonjak di banyak negara dunia dan sempat ditayangkan di televisi.  Setelah diisi air,  Si Kancil – karena ukurannya seperti mobil Kancil di Malaysia – langsung meluncur.

Alhasil, sebagian orang pun menduga, mobil tersebut menggunakan bahan bakar air. Para ahli mesin pun  kaget. Pasalnya, air tidak bisa langsung dibakar untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai penggerak kendaraan. Mobil berbahan bakar air adalah mobil hipotetis yang menggunakan air sebagai bahan bakar atau mengubah air menjadi sumber tenaga, tanpa asupan energi jenis lainnya.
Mobil berbahan bakar air konon mengambil energi dari air itu sendiri, yang menjadi landasan dari mesin yang berputar terus-menerus (perpetual motion machine). Mobil-mobil berbahan bakar air telah disebutkan dalam buku-buku sejarah, surat-surat kabar, dan majalah-majalah sains populer, dan dalam legenda-legenda urban sejak masa 1800-an. Banyak cerita yang menggambarkan mesin-mesin yang dijalankan menggunakan air, dan gagasan ini diberangus oleh perusahaan-perusahaan minyak besar serta produsen-produsen mobil untuk melindungi keuntungan mereka.
  • Mobil Listrik
Setelah ditelusuri, ternyata Genepax tidak memperoses air langsung menjadi bahan bakar. Pada mobil Reva, buatan Takeoka Mini Car yang dijadikan percobaan,  tidak ditemukan mesin pembakaran dalam (internal combustion) yang digunakan kendaraan bermotor komersial sekarang ini. Yang ada adalah motor listrik dan generator pembangkit listrik berupa susunan dari rangkaian membran yang disebut MEA (membrane electrode assembly) bersama air.

Sudah dipastikan, mobil digerakkan oleh tenaga listrik. Meski begitu, mobil ini tidak punya colokan atau steker yang bisa dihubungkan kelistrikan rumah atau generator.
Dengan demikian, mobil ini benar-benar mengandalkan energi dari air. Fitur inilah yang dibanggakan dan dijadikan daya tarik utama oleh Genepax. Karena dengan menggunakan teknologi mereka, mobil listrik tidak lagi  memerlukan infrastruktur baru untuk mengisi ulang batere, baik di rumah maupun tempat parkir umum. Genepax menyebut sistemnya WES alias, “water energy system”.
  • Energi Air

Pembakaran bahan-bahan bakar konvensional seperti bensin, kayu, dan batu bara mengubah bahan bakar yang dimaksud menjadi zat yang memiliki energi lebih sedikit (lihat entalpi pembentukan). Energi pun dilepaskan. Dalam kasus bahan-bahan bakar fosil, pembakaran bisa diwakili oleh reaksi kimia berikut:
CH4 + 2 O2 → 2 H2O + CO2
Air adalah "limbah"-nya.
Reaksi-reaksi kimia spontan tidak menciptakan energi, tetapi melepaskan energi dengan mengubah ikatan-ikatan yang tak stabil menjadi ikatan energi yang lebih stabil atau dengan meningkatkan entropi. Air adalah senyawa kimia yang terdapat di mana-mana sebagian karena air memiliki ikatan sangat stabil yang tahan terhadap hampir semua reaksi kimia. Agar air bisa ikut serta dalam reaksi yang menghasilkan energi, harus ditambahkan senyawa-senyawa berenergi tinggi. Sebagai contoh, bahan bakar asetilena yang mudah terbakar bisa dihasilkan dengan menambahkan karbit ke dalam air. Namun, jika demikian, karbitlah "bahan bakar"-nya, bukan air.
Secara teoritis, dimungkinkan untuk menghasilkan energi dari air melalui fusi nuklir, tetapi reaktor fusi nuklir sebesar apa pun bukanlah hal yang praktis, apa lagi di dalam mobil.


  • Ekstrak Hidrogen
MEA bukanlah teknologi baru, tetapi sudah digunakan untuk mengekstrak hidrogen atau metanol dari air. Kelebihan sistem MEA dari Genepax, hidrogen yang diekstrak dari air, tidak dikumpulkan dalam tangki (yang berat dan mahal harganya) bertekanan tinggi. Tapi diproses langsung menghasilkan listrik melalui reaksi kimia dengan menggunakan material khusus (inilah rahasianya).
 Prototipe sel bahan bakar yang telah dibuat menghasilkan energi 120 Watt. Sedangkan dari generator yang taruh di bagasi mobil mencapai 300 Watt.

Untuk memasukkan air ke  generator yang berisi susunan sel bahan bakar  digunakan pompa listrik. Pompa ini memperoleh energi dari baterai kering. Setelah tenaga dihasilkan, sistem bekerja secara pasif dan pompa air diam.
Saat ini, rangkaian sel bahan bakar  Genepax menghasilkan listrik dengan tegangan 25-30V. Setiap sel menghasilkan energi 3 watt dengan tegangan 0,5-0,7 volt dan arus 6-7 Ampere. Densitas tenaga   sekitar  30 mW/cm2  dengan reaksi permukaan sel  10 x 10 cm.
  • Masih Mahal
Alat untuk memproses air menghasil energi listrik yang dibuat Genepax untuk ukuran sekarang ternyata tidaklah murah. Harga generator pembangkit listrik energi air itu Rp 175 juta/unit (tidak termasuk mobil).  Kalau dibuat secara massal, perkiraan harganya Rp 45 juta.

Dijelaskan lagi, satu liter air  dapat digunakan selama satu jam dengan kecepatan mobil 80 kpj. Di sini, Genepax  telah berkolaborasi dengan perusahaan mobil Jepang  untuk memproduksi penemunannya ini secara massal dalam waktu dekat. Paling tidak sebagai bahan bakar alternatif. Genepax juga diberi kesempatan memamerkan penemuannya saat KTT G8 di Hokkaido, Jepang pada 6-9 Juli lalu.
“Sistem yang kami temukan tidak memerlukan inftrastruktur untuk mengisi baterai, yang merupakan masalah utama mobil listrik saat ini,” bangga Kiyoshi Hirasawa, Presdir Genepax tentang teknologi energi airnya. Rencananya bukan hanya mobil  yang menjadi target, juga peralatan rumah tangga. Kalau sampai ke Indonesia, bisa sebagai pengganti PLN.

Fakta tentang Mobil Berbahan Bakar Air 
  1. Mobil dengan bahan bakar air pertama kali diperkenalkan oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Genepax.
  2. Teknologi ini telah ada selama hampir 100 tahun, tetapi tetap dirahasiakan karena alasan politik.
  3. Mobil bertenaga air pada kenyataannya tidak langsung menggunakan air tetapi menggunakan gas HHO yang dihasilkan dari air.
  4. HHO juga dikenal sebagai ‘gas Brown’ terbentuk ketika listrik dilewatkan melalui air.
  5. Sebuah mobil bertenaga air efektif jika dijalankan pada campuran air dan bensin.
  6. Ketika arus listrik dilewatkan melalui air, ikatan kimia antara hidrogen dan oksigen terlepas sehingga menghasilkan gas HHO.
  7. Pada mobil berbahan bakar air, gas HHO ditambahkan ke bahan bakar minyak menggunakan perangkat khusus yang dipasang pada mobil. Alat seperti itu disebut sebagai ‘conversion kit’.
  8. Pada mobil berbahan bakar air, bukan air yang digunakan untuk menjalankan mesin, melainkan hidrogen yang terdapat dalam air.
  9. Mobil berbahan bakar air memiliki jarak tempuh lebih jauh dibanding mobil berbahan bakar minyak saja.
  10. Mobil berbahan bakar air lebih ramah lingkungan karena jumlah emisi yang dikeluarkan lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar minyak.
  11. Mobil berbahan bakar air hanya memerlukan sekitar 20 liter air suling yang bisa digunakan untuk memberi energi pada mobil selama satu tahun.


Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar