Selasa, 21 April 2015

Contoh Pengumpulan Data Dengan Wawancara

CONTOH PENGUMPULAN DATA DENGAN WAWANCARA


Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya.

Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.

Menurut Sugiyono [2011:317] :
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka maupun dengan menggunakan telepon.

Langkah-Langkah Wawancara
Lincoln And Guba Sebagaimana dikutip dalam Faisal (dalam Sugiyono,2011:322), mengemukakan ada tujuh langkah dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu :
  • Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan.
  • Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
  • Mengawali atau membuka alur wawancara.
  • Menginformasikan iktisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
  • Menulis hasil wawancara kedalam catatan lapangan.
  • Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
Patton sebagaimana dikutip Melleong (dalam Sugiyono,2011:322-324) menggolongkan enam jenis pertanyaan yang paling berkaitan yaitu :
  • Pertanyaan yang berkaitan degan pengalaman.
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan.
  • Pertanyaan tentang pengetahuan.
  • Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.
  • Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi.

Narasumber dari sebuah wawancara haruslah orang yang berkompeten dengan harapan informasi yang diberikan juga valid serta bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Adakalanya kita harus melakukan wawancara dengan pedangan saat kita membutuhkan informasi tentang hal - hal yang berhubungan dengan komoditi perdagangan, seperti kenaikan harga barang, jumlah permintaan pembeli, dll. Mungkin yang harus menjadi perhatikan kita dalam melakukan wawancara dengan pedagang adalah narasumber yang akan kita wawancarai. Sehingga bobot pertanyaan yang akan kita sampaikan bisa tersampaikan dengan baik kepada narasumber.

Contoh Wawancara
Berikut ini adalah contoh wawancara dengan pedagang :

TOPIK  : Harga - harga barang menjelang Ramadhan
NARASUMBER (N)  : Bapak Hasan, Pemilik Kios "MAJU" Pasar Karanganyar
PEWAWANCARA (W)  : Rudi, Wartawan TV "X"

W : Sebulan menjelang lebaran, bagaimana suplai pengiriman bahan pokok, apakah lancara atau sering telat?
N : Sebagian besar lancar mas, terutama untuk sirup, gula, roti kaleng. Hanya beberapa yang telat, seperti beras dan cabai.
W : Bagaimana dengan minyak goreng pak?
N : Untuk beberapa merk tetap lancar. Hanya yang curah agak tersendat. Minggu kemarin barang kosong hingga 2 hari
W : sudah mulai terasa kenaikan harga barang - barang pokok?
N : Kenaikan harga barang pokok sudah mulai sejak bulan kemarin. Walaupun ada juga yang turun walaupun tidak banyak
W : Bagaimana reaksi konsumen saat mengetahui terjadi kenaikan harga?
N : Ya seperti biasa mas. Ada yang ngomel - ngomel, tapi ada juga yang diam saja
W : Apakah kenaikan harga dan tersendatnya suplai barang mempengaruhi jumlah penjualan bapak?
N : Tidak terlalu berpengaruh, selisihnya sedikit sekali
W : Biasanya menjelang Ramadhan, kapan puncak kenaikan harga terjadi?
N : Biasanya menjelang ramadhan harga mulai merangkak naik, dan akan terus naik sampai setelah lebaran
W : Setiap tahun selalu terjadi seperti itu?
N : Iya mas
W : Kan sering diadakan operasi pasar oleh pejabat pemerintah, apakah itu berpengaruh?
N : Tidak. Hanya turun saat ada kunjungan, setelah itu harga naik lagi  seperti biasa.
W : Baiklah pak, terima kasih atas waktunya. Semoga dagangannya selalu laris ya pak
N : Sama - sama mas. terima kasih doanya. 


Sumber :

4 komentar:

sugianto_vijjayasena mengatakan...

info yang bagus untuk tahu cara mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara

Unknown mengatakan...

Makasi karna telah mempermudahkan kmi untuk menunjang masa depan kami dalam hal ini bisa memenuhi tugas tugas akademis kami

Programmer Pemula mengatakan...

Hai Mbak Lidya...

Aziz mengatakan...

Anjing

Posting Komentar